Bianglala KenTut: Sssttt!

Gara-gara ingin balikin badan seperti waktu kuliah, saya bertekad 45 untuk diet super ketat. Hanya makan siang. Sehari makan hanya 1 kali saja. Wow! Iya ini benar. Untungnya saya cukup freak dalam bekerja jadi diet ketat ini tidak terlalu terasa. Saya sendiri suka lupa untuk makan.  Singkatnya, bebeberapa hari plan diet ini berhasil. Justru godaan terberat datang ketika saya diundang liputan dan press conference yang menyuguhkan hidangan yang enak-enak. Di sinilah perjuangan untuk diet itu benar-benar terjadi.

Stelah seminggu diet ketat ini berlangsung, bukannya perut ramping, justru semakin membuncit, kembung dan keras (keram). Arrggh! Badan panas dingin, masuk angin, dan susah kentut. Aduh, betapa tersiksanya tidak bisa membuang gas berlebih dalam perut ini. Sudah makan obat, kentut tetap tak bisa dilepaskan.  Akhirnya, saya memutuskan untuk menghentikan diet dan kembali pada kehidupan normal saja. Makan apa yang ada didepan mata. termasuk makan teman, uppps. Becanda! Makan apa saja ketika perut ini mengirimkan sinyal rasa lapar.

Hasilnya? Luar biasa. Perut tidak lagi keram dan kentut pun lancar.

Saya mencoba mengambil hikmah dari kejadian ini. Bahwa kentut itu memang penting sekali dan betapa tersiksanya tak bisa berbagi kentut kepada sesama.🙂 Terinpirasi akan kentut ini, saya mencari tahu apa itu kentut sebenarnya?

Ada apa dengan kentut?
Kentut adalah hal yang dekat dengan aktivitas sehari-hari, kadang dianggap tak bermanfaat, tak menyenangkan, dan kadang juga dianggap tak sopan, namun ternyata penting untuk kesehatan. Kebayangkan betapa menderitanya saat Anda menahan kentut? Perut menjadi kembung dan karena berisi gas. Atau sudah berhari-hari tak bisa kentut, hingga akhrinya mengeluarkan biaya jutaan rupiah untuk dioperasi agar bisa kentut doang.

Ditilik dari prosesnya, kentut berasal dari angin/gas yang masuk ke dalam perut (usus) di saat kita sedang makan atau sedang masuk angin. Gas dalam usus berasal dari udara yang kita telan, yang menerobos ke usus dari darah. Kemudian terjadi reaksi kimia dalam perut karena adanya bakteri dalam usus. Reaksi kimia antara asam perut dan cairan usus yang menghasilkan karbondioksida. Gas yang telah bereaksi ini, akan menekan ke segala arah untuk dikeluarkan. Jika gas keluar melalui mulut disebut sendawa, kalau melalu anus itu yang disebut kentut. Singkatnya kentut adalah proses keluarnya angin dari perut (usus) melalui anus. Namun angin/gas itu bisa juga masuk melalui pori-pori di tubuh kita loh. Makanya ada istilah masuk angin. Dan masuk angin ini terjadi karena tidak adanya makanan dalam lambung atau disebut perut kosong, sehigga ruang kosong di perut (usus) ini diisi oleh angin.

Lalu mengapa ada kentut yang berbunyi keras dan tak berbunyi? Kentut berbunyi, tentu karena adanya vibrasi gas/udara di lubang anus. Nah, besar-kecilnya volume kentut tergantung pada kecepatan, kekuatan gas dan diameter lubang anus Anda. Jadi hati-hati besar-kecilnya bunyi kentut bisa menjadi indikasi apakah lubang anus anda masih rapat atau tidak loh? Uups…!

Nah, ada juga kentut yang berbau busuk. Kalau yang ini terjadi karena kandungan hidrogen sulfida & merkaptan yang mengadung sulfur. Semakin banyak sulfur dalam kandungan makanan Anda maka semakin busuklah kentut Anda. Kalau mau kentut Anda tak telalu bebau, maka hindarilah makan daging dan telur. Kalau anda mau kentut dengan suara besar, makanan kacang-kacangan sehingga gas yang dihasilkan besar.

Di kolom Kompasiana Katera Rajawen bercerita saat bersekolah dulu kalau gurunya suka berlelucon soal kentut ini. Kalau kentut didepan orang Indonesia, pasti akan dimarahi karena dianggap tidak sopan. Sedangkan bila kentut didepan orang Jepang, malahan akan dikasih hadiah karena kentut itu dianggap sehat. Memang kentut di sebagaian besar wilayah di Indonesia memang dianggap tak sopan dan dianggap tak beretika. Jadi hati-hatilah kalau Anda mau ngentut walau sebenarnya kentut itu sehat.

Memang banyak cerita seputar kentut yang pernah terjadi dalam hidup Anda, baik Anda sebagai tersangkanya atau sekedar menjadi saksi. Ada juga pasti pernah menahan kentut hingga keringat dingin karena malu jika dikeluarkan di depan mertua, saat meeting, dalam bus atau saat sedang di-interview kerja. Bahkan ada juga akibat kentut, sesuatu bisa fatal. Seperti jika Anda sedang bercinta dan mengeluarkan kentut, maka pasangan akan illfeel dan nge-drop. Terpaksa perlu usaha untuk membuatnya bergairah kembali. Namun, walaupun kentut dibenci karena datang saat tidak diharapkan dan tak terduga seperti Jalangkung, kentut juga bisa menjadi pencair keadaan yang kaku. Kentut menjadi bahan bercanda. Iya, kan?

Nasib kentut=Gayus!
Kentut, kentut, nggak bersalah, tapi selalu menjadi bulan-bulanan, dikambinghitamkan, dan dicaci maki. Apa salahnya kentut hingga saat sedang marak kasus korupsi dengan tersangkanya Gayus Si Seribu dan Si Tebal Muka itu, kentut dibawa-bawa dan disalahkan. Korupsi dianalogikan seperti kentut. Begini bunyinya: Korupsi itu bagaikan kentut, walaupun tidak terlihat dan terkadang diam tak berbunyi, tapi cepat atau lambat baunya akan tercium juga. “Dasar Gayus, loh!” mungkin itu jeritan hati si kentut.

Ya sudahlah, nggak bakal habis ngebahas tentang kentut. Saya pribadi lebih suka kentut dengan suara yang besar. Lega rasanya. Kalau Anda marah, ya jangan cium kentut saya, “Sudah tahu bau. Kenapa masih dicium, ya nggak?”

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: