The Kitchen Musical: Energi Pan Asia Sesungguhnya

Damn! Ketika pertama kali The Kitchen Musical (KM) seri ditayangkan di Indonesia melalui saluran Televisi MetroTV, pada tanggal 1 Oktober 2011, benar-benar membuat saya berhenti dari segala aktivitas untuk fokus menonton drama serial ini-waktu itu saya sedang menulis artikel pesanan dari perusahaan rokok ternama. Begitu fresh, energik, cerdas, dan genial ini! Saya berjanji akan menonton drama musikal ini terus dan akan mengoleksi DVD-nya jika DVD-nya segera dikeluarkan.
Terdengar berlebihan? Mungkin. Ya, tapi saya tak peduli. Ketika drama The Kitchen Musical ini selesai, energi film ini tetap tinggal dalam diri saya. Begitu menginspirasi dan begitu menular. Saya bukan koki, atau yang suka nge-dance dan jago bernyanyi. Lantas saya terinspirasi untuk mulai bernyanyi dan belajar nge-dance. Bukan. Energi yang saya dapatkan, yaitu energi pembaruan, energi global, energi kreatif, energi ‘kemerdekaan’ (baca: kebebasan), energi membuat saya untuk berani mengatakan ‘tidak’ dan ‘iya’ saat sedang berdebat mengenai konsep majalah, artikel, atau apapun saat meeting kreatif di kantor. Kualitas drama The Kitchen Musical seperti ini lah yang harus diperjuangkan. Agar hasilnya tidak standar dalam membuat konsep kreatif apapun.
Kembali lagi ke The Kitchen Musical, intinya saya ingin memuji orang-orang dibalik konseptor drama ini. Yang pasti tim kreatif The Kicthen Musical bikin saya cemburu. Team work-nya benar-benar dahsyat! Kapan saya mempunyai tim kreatif seperti itu? Kapan ide-ide baru yang begitu banyak di kepala ini, bisa direalisasikan. DAMN!
SEKILAS TENTANG KM
The Kitchen Musical merupakan drama musikal televisi berkelas internasional pertama produksi The Group Entertainment untuk pasar Asia. The Kitchen Musical ditayangkan serempak di 16 negara pada bulan Oktober 2011 melalui AXN, NTV7 (Malaysia), Studio 23 (Filipina), dan Metro TV (Indonesia).
Sebagian besar musik dan lagu yang mengiringi drama musikal ini adalah musik populer yang khusus diaransemen untuk koreografer, music director, konsultan make up, konsultan kuliner, dan chef kenamaan dunia dengan kualitas sangat baik.
The Kitchen Musical berkisah tentang seorang gadis muda, bernama Maddie Avilon, yang kaya yang pergi untuk bekerja di restoran ayahnya yang terkenal The Avilon setelah lulus dari sekolah kuliner Le Cordon Blue di Paris. Dia berjuang untuk menunjukkan individualitas dan kreativitas di tangan kepala koki. Maddie Avilon diperankan oleh artis multitalenta Filipina, Karylle Tatlonghari.
Saat Maddie ingin menunjukan kreatifitas baru sebagai koki, Maddie dipandang sebelah mata oleh Chef kepala Alex Markus, yang diperankan oleh Stephen Rahman-Hughes, aktor dan vokalis opera asal Inggris. Alex digambarkan sebagai sosok perfeksionis yang ingin segala sesuatu berjalan sesuai yang ia inginkan.

Maddie mempunyai sahabat, yakni Chef Daniel yang dimainkan penyanyi ganteng asal Filipina, Christian Bautista. Daniel adalah sahabat Maddie sejak kecil. Kepada Daniel-lah Maddie mencurahkan segenap perasaannya.
Kehadiran Selena berperan sebagai Sommelier juga menambah panas suasana The Avilon. Karakter Selena yang diperankan Rosemary Vandenbroucke, ikon fesyen dari Hong Kong. Selena digambarkan sebagai orang bermuka dua di balik wajahnya yang cantik, tubuh seksi, dan sikap yang sok ramah.
Peran General Manager The Avilon adalah Harry Shaw yang diperankan oleh Arthur Acuna, aktor berbakat dari New York yang terkenal di Amerika dan Filipina.

Selain pemeran utama di atas, The Kitchen Musical juga didukung oleh pemain pendukung, seperti:
• Juan Jackson sebagai Juan – Line Cook
• Thou Reyes sebagai Thou – Line Cook
• Carla Dunareanu – Line Cook
• Erwin Shah Ismail sebagai Rico – Dishwasher
• Ikey Canoy sebagai Winston – Pastry Chef
• Juwanda Hassim sebagai Nelson – Bartender
• Nadiah M. Din sebagai Britney – Receptionist
• Oon Shu An sebagai Paula – Receptionist
• Gayle Nerva sebagai Gayle – Waitress
• Rebecca Spykerman sebagai Bec – Waitress
• Debra Teng sebagai Leslie – Head Waitress

Perlu diakui, pemilihan pemain dan karakter di The Kitchen Musical begitu sempurna. Pemeran The Kitchen Musical berasal dari berbagai negara dan multi etnik. Hal ini justru mewakili semangat global sehingga drama ini bisa diterima oleh semua negara.
Satu hal lagi yang patut dipuji, sebagian besar musik dan lagu yang mengiringi drama musikal ini adalah musik populer yang khusus diaransemen music director. Pilihan lagunya penuh dengan lirik-lirik cerdas. Koreografi-nya juga tidak perlu dipertanyakan lagi.
Makanan disajikan dengan sedemikian detail hingga mau tidak mau, bikin ngiler yang melihatnya. Kuliner di The Kicthen Musical diperhitungkan oleh chef kenamaan dunia dengan kualitas sangat baik. Dan saya dipuaskan dengan kualitas gambar yang sangat luar biasa. Daftar keunggulan drama musikal ini begitu panjang, para konseptor di balik The Kitchen Musical akan tersenyum puas melihat hasil dari jerih payah mereka selama ini. akhir kata, semoga energi The Kitchen Musical tetap tinggal terus di dalam diri saya.

%d bloggers like this: